Revolusi April atau biasa disebut Revolusi 19 April adalah protes yang dilakukan oleh mahasiswa dan buruh di Korea Selatan. Revolusi terjadi dari tanggal 11-16 April 1960 dengan tujuan menggulingkan Presiden Korea Selatan yaitu, Sygnman Ree. Protes massa yang dilakukan menyebabkan Pengunduran diri Presiden Sygnman Ree.
Dalam arti yang sempit, revolusi berarti perubahan politik. Dapat diartikan bahwa revolusi merupakan suatu usaha untuk melakukan perubahan yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Revolusi april adalah revolusi yang dilakukan oleh buruh dan mahasiswa sebagai protes terhadap pemerintahan Presiden Sygnman Ree yang otoriter. Hal ini bermula pada Deklarasi Kairo yang dilakukan oleh Amerika, Cina dan Inggris pada tahun 1943 yang menyatakan Korea bebas dari penjajahan Jepang yang mendesak Jepang untuk menyerah. Pada tahun 1945, Jepang menyerah tanpa syarat dikarenakan oleh kegagalan jepang dalam melawan sekutu.
Setelah Jepang meninggalkan Korea dengan bantuan Amerika Serikat, Korea mendeklarasikan kemerdekaanya. Tujuan dari Amerika memberikan kemerdekaan yang kepada Korea adalah untuk mendapatkan bantuan dalam peperangan. Setelah Korea merdeka, Korea dibagi menjadi dua bagian berdasarkan perjanjian PBB menjadi Korea Utara dan Korea Selatan mengikuti garis parallel 38. Korea Utara akan dikuasai oleh Uni Soviet sedangkan Korea Selatan akan dikuasai Amerika Serikat.
Pada tahun 1946 Melalui pertemuan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet di Moskow, menghasilkan Kebijakan Moskow dimana Korea menjadi negara perwalian selama lima tahun. Rencana ini ditolak oleh rakyat Korea, namun beberapa rakyat yang komunis menyetujui kebijakan tersebut karena didesak oleh Uni Soviet yang tiba-tiba masuk. Beberapa rakyat Korea yang tidak mendukung kebijakan tersebut mengungsi ke Korea Selatan. Korea Utara secara tidak langsung menjadi boneka komunis Uni Soviet. Amerika yang mengambil bagian Korea Selatan, mengajarkan mengenai ideologi demokrasi dengan tujuan politik etis. Karena Ideologi yang diterapkan tidak berlawanan maka Korea Selatan pun menerima ideologi dari Amerika Serikat.
Demokrasi yang dibawa oleh Amerika Serikat menjadikan Korea Selatan menumbuhkan organisasi-organisasi sosial-politik. Pada tahun 1948, Korea Selatan melalui pemilu menjadikan Syngman Ree menjadi Presiden. Syngman Ree adalah Presiden sementara Korea Selatan yang ditunjuk oleh Amerika serikat. Pada Tahun 1950 terjadilah perang antara Korea Utara dengan Korea Selatan untuk memperebutkan wilayah Korea keseluruhan. Korea utara dengan bantuan tentara oleh Cina dan Uni Soviet melancarkan serangan kepada Korea Selatan, dan dipojokkan hingga semenanjung. Lalu Korea Selatan yang merasa terpojok mendapat bantuan dari Amerika Serikat dan berbagai negara dari PBB.
Perang Korea ini menjadi ajang konfrontasi antara Uni Soviet dan Amerika Serikat, seakan akan Perang Dunia tidak akan berakhir sampai salah satunya kalah. Pada saat meletusnya perang Uni Soviet gagal menaklukkan Korea Selatan dan menyebabkan korban jiwa peperangan sampai 4,5 juta jiwa. Pada akhirnya penaklukan yang dilakukan oleh Korea Utara malah menyebabkan Korea Selatan semakin anti-komunis. Setelah usainya perang, terjadi beberapa konflik internal di pemerintahan Korea Selatan yaitu, publik mengalami ketidakpuasan karena pemerintahannya menghasilkan pembangunan ekonomi dan sosial yang terbatas pada tahun 1953 yang dipimpin oleh Syngman Ree, selain itu juga ia dianggap korup karena telah memperpanjang masa kekuasaanya dengan mengamandemen konstitusi pada tahun 1952.
Syngman Ree menggunakan ancaman komunisme sebagai alasan untuk represi politik terhadap oposisinya. Syngman Ree yang mengalami desakan oleh publik Pada Desember 1958, Syngman Ree melalui Majelis Nasional terhadap Undang-Undang Keamanan Nasional yang memberi pemerintah kekuatan baru yang luas untuk membatasi kebebasan pers dan mencegah para anggota oposisi untuk memberikan suara. Hal ini membuat geram rakyat Korea Selatan. Pada tahun 1959 Amerika Serikat telah mengurangi bantuan ekonominya dari senilai $382.893.000 menjadi $222.204.000, hal ini menyebabkan Sygnman Ree bingung akan keberlangsungan politiknya. Untuk menjamin keberlangsungan politiknya pada pemilihan Presiden Maret 1960, dua partai utama maju melawan Rhee.
Partai Progresif kecil yang memperoleh satu juta suara dalam 1956 diwakili oleh Cho Bong-am, sementara Partai Demokratik diwakili oleh Cho Pyong-ok. Pada Juli 1959, Rhee menuduh Cho Bong-am sebagai seorang Komunis. Dia dipenjara dan dieksekusi dengan cepat. Cho Pyong-ok pergi ke Amerika Serikat untuk operasi perut tetapi meninggal di sana karena serangan jantung. Kematian kedua pesaing ini tampaknya terlalu kebetulan bagi publik Korea dan mereka berasumsi bahwa kematian adalah akibat dari kecurangan.
Hal ini yang menyebabkan demonstrasi yang dilakukan oleh buruh dan mahasiswa untuk menuntut agar hasil pemilu dibatalkan. Polisi melepaskan tembakan dan memicu bentrokan dengan mahasiswa yang didukung oleh masyarakat dan militer. Tentara diperintahkan oleh pemerintah untuk bergerak saat polisi sudah tidak mampu lagi untuk menghalangi para pendemo yang berkumpul di depan kantor kepresidenan, tetapi tentara mengabaikan perintah tersebut. Dalam Revolusi April, total 184 orang tewas dan 6000 terluka karena bentrokan dengan polisi. Presiden Rhee dan kabinetnya bubar dan Republik Pertama pada April 1960.
Revolusi ini merupakan perjuangan hak asasi manusia rakyat Korea yang pertama dalam sejarah Korea dan juga sebagai bentuk perjuangan demokrasi rakyatnya.
Dari situ munculah beberapa faktor yang melatarbelakangi terjadinya gerakan revolusi ini antara lain Pergerakan terjadi karena Amerika Serikat mengajarkan prinsip demokrasi kepada Korea Selatan yang memicu faktor lainnya muncul. Adanya Pembangunan sosial dan ekonomi yang terbatas oleh pemerintahan dan memicu adanya aksi sebagai bentuk protes terhadap kekacauan yang ditimbulkan oleh Syngman Ree. Perjuangan dilakukan untuk menuntut hak asasi rakyat Korea Selatan yang banyak terabaikan akibat huru-hara politik dan keadaan pasca perang.
Revolusi ini kemudian terkenal sebagai gerakan yang dilakukan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Syngman Ree karena kecurangannya dalam mengamandemen undang-undang untuk memperpanjang kekuasaanya dan pembangunan sosial ekonomi yang terbatas. Revolusi ini untuk memperjuangkan kesejahteraan di masyarakat.




0 Komentar