Ajang Demokrasi Anak Muda Dalam Demonstrasi Hong Kong




Biro Keamanan Hong Kong menyerahkan draf yang berisi tentang undang undang ekstradisi kepada China pada bulan Februari, yang memperbolehkan china mengekstradisi penjahat yang tertangkap di Hong Kong untuk dieksekusi dan siding di China. 

Masyarakat Hong Kong tidak terima dengan keputusan bahwa china bisa mengekstradisi penjahat di Hong Kong karena bisa saja mereka menyalahgunakan wewenang tersebut untuk mengeksekusi orang orang yang melawan terhadap pemerintah China. Meskipun Hong Kong berada di bawah pemerintahan daratan utama Cina, tetapi sistem pemerintahan Hong Kong dan China sangat berbeda karena Hong Kong merupakan koloni Inggris sampai pada tahun 1997 kemudian Kembali lagi kepada China.

Hong Kong mewarisi kebebasan dan demokrasi dari inggris, oleh karena itu Hong Kong disebut juga sebagai “1 negara dengan 2 sistem” Pada juli 2019, warga Hong Kong serentak melakukan demonstrasi dengan menggunakan pakaian hitam di jalanan Hong Kong untuk menyuarakan suaranya. Bentrokan pun terjadi antara aparat keamanan dengan warga Hong Kong. 

Warga Hong Kong terus berdemo sampai keputusan ekstradisi tersebut dibatalkan oleh pemerintah Hong Kong. Seperti yang kita tahu bahwa China menganut ideologi komunis yang tidak sesuai dengan kebebasan di Hong Kong yang diwarisi dari inggris. Sebab china dapat mengeksekusi seseorang dengan alasan politik dan keamanan. China sangat otoriter sehingga masyarakat Hong Kong harus berbuat sesuatu untuk mencegah China mengambil alih secara perlahan sistem pemerintahan Hong Kong

Penulis : Raul

Posting Komentar

0 Komentar

advertise

Subscribe Text

Ayo Ubah Bersama Kami!